Tanda persalinan

Ketuban pecah: ciri-ciri, warna air ketuban, dan yang harus dilakukan

Ringkasnya

Saat ketuban pecah, cairan bening atau jernih kekuningan menyembur atau merembes terus dan tidak bisa ditahan; rasanya tidak sakit. Kemenkes menggolongkan air ketuban yang keluar sebelum terasa mulas sebagai tanda bahaya, jadi segera hubungi bidan atau dokter dan bersiap datang, meski belum ada kontraksi. Air ketuban yang hijau, cokelat, bercampur darah, keruh, atau berbau berarti Anda harus segera diperiksa (NICE, Kemenkes), begitu pula bila usia kehamilan belum 37 minggu (NHS). Bila persalinan belum mulai pada kehamilan 37 minggu atau lebih, pedoman nasional Kemenkes lebih memilih induksi awal.

Daftar isi
  1. Ciri-ciri ketuban pecah
  2. Air ketuban merembes: cara mengeceknya
  3. Perbedaan air ketuban dengan air kencing dan keputihan
  4. Warna air ketuban: jernih, hijau, atau keruh?
  5. Ketuban pecah: apa yang harus dilakukan?
  6. Air ketuban pecah tapi tidak mules: berapa lama boleh menunggu?
  7. Ketuban pecah dini (KPD): sebelum persalinan atau sebelum 37 minggu
  8. Tali pusat menumbung: bila Anda melihat atau merasakan tali pusat

Mungkin Anda merasakan sesuatu seperti letupan, lalu cairan menyembur. Atau celana dalam Anda sudah lembap sejak sejam lalu dan Anda tidak yakin apakah ketuban pecah atau tidak.

Bila Anda mengira ketuban pecah, segera hubungi bidan, dokter, atau rumah sakit, meski belum ada kontraksi. Kemenkes menggolongkan air ketuban yang keluar dari jalan lahir sebelum terasa mulas sebagai tanda bahaya persalinan: ibu harus segera dibawa ke bidan atau dokter. Pada kebanyakan kehamilan, persalinan dimulai lebih dulu. ACOG memperkirakan ketuban pecah sebelum persalinan terjadi pada sekitar 8% kehamilan cukup bulan, sedangkan pedoman nasional Kemenkes (PNPK) menyebut angka 6,46 sampai 15,6%.

Ciri-ciri ketuban pecah

Bayi tumbuh di dalam kantong berisi cairan yang disebut kantong ketuban. Ketika kantong ini robek, air ketuban keluar lewat vagina. Ada yang merasakan letupan lalu semburan yang tidak bisa ditahan. Ada pula yang hanya melihat rembesan pelan atau celana dalam yang basah. Pecahnya ketuban sendiri tidak terasa sakit.

Tanda bahwa cairan itu air ketuban, menurut Cleveland Clinic:

  • cairan encer seperti air, tidak kental dan lengket
  • cairan bening atau kuning pucat dan tidak berbau
  • rembesan yang tidak bisa dihentikan atau ditahan
  • cairan bertambah saat Anda berdiri, bergerak, atau kontraksi
  • kontraksi makin kuat setelah cairan keluar, bila persalinan sudah dimulai

Kemenkes menyebut cairan ketuban yang keluar saat persalinan berwarna jernih kekuningan, dan dokter kandungan di Primaya Hospital menyebutnya bening atau pucat kekuningan. Jumlah yang keluar berbeda-beda. Menjelang HPL, cairannya lebih sedikit dibanding beberapa minggu sebelumnya: sekitar 2,5 cangkir pada usia kehamilan 40 minggu (Cleveland Clinic). Kepala bayi juga bisa menyumbat leher rahim seperti gabus. Jadi rembesan yang sedikit tetapi terus-menerus tetap bisa berarti ketuban pecah.

Air ketuban merembes: cara mengeceknya

Air ketuban tidak selalu menyembur. Primaya Hospital menyebut pecah ketuban bisa berupa rembesan atau tetesan, bisa juga semburan tiba-tiba dalam jumlah banyak. Air ketuban yang merembes tapi tidak mules, artinya belum ada kontraksi, juga perlu diperiksa, karena ketuban bisa pecah sebelum kontraksi dimulai.

Bila Anda belum yakin, Cleveland Clinic menyarankan cara ini:

  1. Pakai pembalut bersih (bukan tampon).
  2. Berbaring selama 15 sampai 30 menit.
  3. Berdiri, lalu lihat apakah cairan mengalir keluar.

Bila ya, kemungkinan besar itu air ketuban. Catat warna, jumlah, dan baunya. Hanya tenaga kesehatan yang bisa memastikannya, misalnya dengan pemeriksaan spekulum atau strip tes yang bereaksi terhadap air ketuban. Jangan menunggu hasil pengecekan sendiri bila cairannya jelas terus keluar: segera telepon.

Perbedaan air ketuban dengan air kencing dan keputihan

Menjelang akhir kehamilan, sulit membedakan apakah tetesan di celana dalam itu air ketuban, air kencing, atau keputihan (Cleveland Clinic). Perbedaan ini bisa membantu:

Air ketubanAir kencing
TampilanBening atau kuning pucat, encerBiasanya kuning lebih tua
BauBiasanya tidak berbauBerbau khas air kencing
Bisa ditahan?TidakBisa
Terus keluar?Ya, sering saat bergerak atau kontraksiTidak, kandung kemih kosong lalu terisi pelan-pelan

Keputihan cenderung kental dan lengket. Sumbat lendir bisa tampak sebagai keputihan yang bening, merah muda, atau sedikit berdarah (ACOG). Panduan lendir bercampur darah menjelaskan bedanya dengan air ketuban.

Warna air ketuban: jernih, hijau, atau keruh?

Lihat cairan di pembalut Anda. Tenaga kesehatan akan menanyakan warnanya sejak awal, karena warna membantu mereka memutuskan seberapa cepat Anda perlu diperiksa.

WarnaArtinya mungkinYang perlu dilakukan
Bening atau jernih kekuninganNormalSegera hubungi bidan, dokter, atau rumah sakit dan ikuti arahannya
Sedikit merah muda di awalSedikit darah, yang bisa terjadi saat ketuban pecahTelepon dan sebutkan warnanya
Hijau atau cokelat (ketuban hijau)Mekonium (tinja pertama bayi) dalam air ketuban, yang bisa menjadi tanda bayi stresTelepon dan segera datang
Bercampur darah, atau Anda berdarahHarus segera diperiksaSegera datang; bila perdarahan hebat, hubungi 112 atau 119 (NHS)
Keruh atau berbau, atau warna dan bau berubah kemudianBisa menjadi tanda awal infeksiSegera telepon dan datang

Pedoman NICE mencantumkan air ketuban yang bercampur mekonium atau darah, perdarahan dari vagina, dan cairan berbau tidak sedap di antara alasan untuk segera diperiksa langsung. Kemenkes juga menggolongkan air ketuban yang keruh dan berbau sebagai tanda bahaya persalinan. Untuk cairan hijau, HealthLinkBC menganjurkan pergi ke rumah sakit. Bila Anda tidak bisa menilai warnanya, simpan pembalutnya supaya bidan bisa melihatnya (NHS).

Infografik

Air ketuban: warna dan bau

Hubungi bidan, dokter, atau rumah sakit

  • bening
  • jernih kekuningan

Segera datang untuk diperiksa

  • hijau
  • cokelat
  • bercampur darah
  • keruh atau berbau
Dari teks: segera hubungi bidan, dokter, atau rumah sakit meski belum ada kontraksi. Segera datang untuk diperiksa bila warnanya seperti ini, berbau, usia kehamilan belum 37 minggu, atau bayi tidak dalam posisi kepala di bawah. Titik warna hanya contoh.

Ketuban pecah: apa yang harus dilakukan?

  1. Catat jamnya, misalnya pukul 02.40.
  2. Pakai pembalut, bukan tampon, supaya warnanya tetap terlihat.
  3. Segera hubungi bidan, dokter, atau rumah sakit, meski belum ada kontraksi.
  4. Ikuti arahan mereka dan bersiaplah untuk datang. ACOG juga mencantumkan “ketuban pecah dan tidak ada kontraksi” sebagai alasan untuk ke rumah sakit.

Pertanyaan yang biasanya diajukan di telepon (Cleveland Clinic, NICE):

  • Kapan ketuban pecah?
  • Berapa banyak cairan yang keluar, apa warnanya, dan apakah berbau?
  • Apakah ada kontraksi?
  • Apakah bayi bergerak seperti biasa?
  • Apakah ada perdarahan atau nyeri yang terus-menerus?
  • Apakah Anda diketahui membawa bakteri streptokokus grup B (GBS)?
  • Berapa usia kehamilan Anda, dan bagaimana posisi bayi?

Di Inggris, NICE menganjurkan pemeriksaan segera bila ada faktor risiko. Selain tanda-tanda di atas, daftarnya mencakup:

  • bayi dalam posisi sungsang atau melintang
  • Anda membawa bakteri GBS dan sudah punya rencana antibiotik saat persalinan
  • Anda merasa tidak sehat
  • tim Anda sudah menemukan bahwa pertumbuhan bayi tidak sesuai harapan atau plasenta letaknya rendah

NICE juga menganjurkan pemeriksaan segera bila ada yang tidak jelas. Kemenkes menggolongkan air ketuban yang keluar sebelum mulas sebagai tanda bahaya, jadi jangan menunda pemeriksaan meski Anda tidak punya faktor risiko di atas.

Di fasilitas kesehatan, tim memastikan bahwa cairan itu memang air ketuban dan memeriksa keadaan bayi. Pedoman nasional Kemenkes (PNPK) menyebut diagnosis ketuban pecah dini paling baik ditegakkan dari wawancara dan pemeriksaan spekulum steril. Bila ketuban jelas sudah pecah, NICE tidak menganjurkan pemeriksaan spekulum; bila belum jelas, pemeriksaan spekulum bisa memastikannya. Pemeriksaan dalam dengan jari dihindari selama Anda belum berkontraksi (NICE). PNPK juga menyebut pemeriksaan CTG berguna, karena denyut jantung janin yang terlalu cepat bisa menjadi tanda infeksi selaput ketuban.

Air ketuban pecah tapi tidak mules: berapa lama boleh menunggu?

Persalinan sering menyusul tidak lama kemudian. ACOG mencatat kebanyakan perempuan mulai bersalin dalam beberapa jam setelah ketuban pecah, dan NICE menyebut 60% mulai bersalin dalam 24 jam.

Waktu itu penting karena tanpa cairan di sekeliling bayi, risiko infeksi sedikit meningkat (NHS). NICE menyebut risiko infeksi berat pada bayi baru lahir setelah ketuban pecah sebelum persalinan pada kehamilan cukup bulan sebesar 1%, dibanding 0,5% bila selaput ketuban masih utuh. Risikonya naik makin lama jarak antara pecah ketuban dan kelahiran.

Karena itu induksi persalinan akan dibicarakan. Pedoman nasional Kemenkes (PNPK) menyatakan bahwa pada kehamilan 37 minggu atau lebih, induksi awal lebih dipilih. Bila Anda memilih menunggu (manajemen ekspektatif), pilihan itu harus dihargai, dan lamanya dibicarakan dengan Anda sesuai keadaan masing-masing. Di Inggris, NICE menawarkan pilihan antara induksi secepatnya atau menunggu sampai sekitar 24 jam, lalu menawarkan induksi bila persalinan belum mulai. Bila Anda diketahui membawa bakteri GBS pada kehamilan ini, NICE menawarkan induksi segera. Di Amerika Serikat, ACOG memasukkan ketuban pecah sebelum persalinan ke dalam alasan medis untuk induksi. Keputusannya Anda ambil bersama tim Anda.

Bila Anda dan tim sepakat menunggu persalinan dimulai, NICE dan NHS menganjurkan:

  • ukur suhu tubuh tiap 4 jam selama Anda terjaga dan laporkan bila suhu naik. Menurut NHS, biasanya itu berarti di atas 37,5 °C, tetapi tanyakan angkanya kepada tim Anda.
  • segera laporkan perubahan warna atau bau air ketuban
  • segera telepon bila gerakan bayi berkurang dari biasanya
  • ketahuilah bahwa mandi berendam atau mandi pancuran tidak dikaitkan dengan lebih banyak infeksi, tetapi hubungan seksual mungkin

Begitu kontraksi mulai, catat waktunya. Timer kontraksi online yang gratis bisa dipakai di browser. Aplikasi kami memberi tahu Anda saat kontraksi mencapai aturan 5-1-1. Langkah berikutnya dibahas di kapan harus ke rumah sakit, dan pembukaan lahiran menjelaskan tahap selanjutnya. Bila masih sempat, lengkapi perlengkapan melahirkan Anda.

Ketuban pecah dini (KPD): sebelum persalinan atau sebelum 37 minggu

Ketuban pecah dini (KPD) adalah pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan dimulai. Pedoman nasional Kemenkes (PNPK) membedakan KPD aterm, yang terjadi pada usia kehamilan 37 minggu atau lebih, dan KPD preterm, yang terjadi sebelum 37 minggu. KPD pada usia kehamilan 24 sampai kurang dari 34 minggu disebut KPD sangat preterm. Dalam bahasa Inggris, dokter menyebutnya PROM dan, sebelum 37 minggu, PPROM (ACOG).

Menurut PNPK, KPD preterm terjadi pada sekitar 2 sampai 3% kehamilan tunggal; ACOG memberi angka serupa untuk Amerika Serikat. KPD preterm adalah keadaan yang berbeda, karena bayi mungkin lahir terlalu awal. Kemenkes menyebut air ketuban yang pecah sebelum waktunya bisa memudahkan terjadinya infeksi dan bisa menjadi tanda persalinan prematur. Bila ketuban pecah sebelum 37 minggu, segera datang ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.

Tali pusat menumbung: bila Anda melihat atau merasakan tali pusat

Pada kasus yang jarang, tali pusat bisa meluncur turun melewati leher rahim setelah ketuban pecah. RCOG menyebut tali pusat menumbung terjadi pada 0,1 sampai 0,6% kelahiran. Bila Anda melihat atau merasakan tali pusat di vagina, segera hubungi nomor darurat 112 atau 119. Pedoman RCOG menggambarkan pemindahan darurat ke rumah sakit dengan ambulans. Sambil menunggu, RCOG menganjurkan posisi berlutut dengan dada menempel ke bawah.

Segera telepon, apa pun pola kontraksi Anda

Bila salah satu tanda ini muncul, jangan menunggu pola kontraksi. Segera hubungi bidan, dokter, atau rumah sakit Anda, atau langsung datang ke fasilitas kesehatan terdekat, siang maupun malam. Daftar ini mengikuti NHS dan ACOG. Kemenkes juga mencantumkan beberapa tanda ini sebagai tanda bahaya persalinan.

  • Ketuban Anda pecah, meskipun belum ada kontraksi.
  • Air ketubannya tidak jernih (berwarna) atau berbau tidak sedap.
  • Ada perdarahan dari vagina. Sedikit darah dalam lendir bisa termasuk tanda persalinan, tetapi bila darahnya lebih banyak, segera telepon.
  • Gerakan bayi Anda berkurang dari biasanya.
  • Anda merasakan nyeri hebat terus-menerus yang tidak mereda di antara kontraksi.
  • Anda demam 38 °C atau lebih.
  • Usia kehamilan Anda belum 37 minggu dan Anda merasa persalinan mungkin sudah dimulai.
  • Ada kontraksi yang berlangsung lebih dari 2 menit, atau ada 6 kontraksi atau lebih dalam 10 menit.
  • Anda ragu atau khawatir. Anda boleh menelepon kapan saja.

Hubungi nomor darurat 112 atau 119 bila Anda merasakan dorongan kuat untuk mengejan dan merasa bayi akan lahir sekarang.

Sumber daftar ini: NHS: Signs that labour has begun (2023); NHS: Pregnancy symptoms you need to get help for; ACOG: How to tell when labor begins; Kemenkes RI, Ayo Sehat: Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan (2012)

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa ciri-ciri air ketuban merembes?

Cairannya encer seperti air, bening atau jernih kekuningan, dan biasanya tidak berbau. Cairan terus keluar dan tidak bisa ditahan, dan bertambah saat Anda berdiri, bergerak, atau kontraksi (Cleveland Clinic). Rembesan kecil yang terus-menerus pun bisa berarti ketuban sudah pecah. Hubungi bidan, dokter, atau rumah sakit meski belum ada kontraksi.

Bagaimana membedakan air ketuban dan air kencing?

Air ketuban biasanya bening atau jernih kekuningan, tidak berbau, dan terus keluar meski Anda mencoba menahannya. Air kencing biasanya berbau khas dan berhenti setelah kandung kemih kosong (Cleveland Clinic). Coba pakai pembalut bersih, berbaring 15 sampai 30 menit, lalu berdiri dan lihat apakah cairan keluar lagi. Bila masih ragu, telepon; tenaga kesehatan bisa memeriksa cairannya.

Air ketuban pecah apakah berbahaya?

Tanpa cairan di sekeliling bayi, risiko infeksi sedikit meningkat (NHS), dan risikonya naik makin lama jarak antara pecah ketuban dan kelahiran (NICE). Kemenkes menyebut air ketuban yang pecah sebelum waktunya bisa memudahkan terjadinya infeksi dan bisa menjadi tanda persalinan prematur. Karena itu, segera datang ke bidan, dokter, atau fasilitas kesehatan terdekat.

Ketika air ketuban pecah, apakah janin masih bisa bergerak?

Ya, bayi seharusnya tetap bergerak seperti biasa. NICE menganjurkan segera memberi tahu tenaga kesehatan bila gerakan bayi berkurang setelah ketuban pecah. NHS dan Kemenkes sama-sama menggolongkan gerakan bayi yang berkurang sebagai alasan untuk segera menelepon atau datang ke fasilitas kesehatan.

Berapa lama bayi bisa bertahan setelah ketuban pecah?

Menurut NICE, sekitar 60% ibu dengan kehamilan cukup bulan mulai bersalin dalam 24 jam. Pedoman nasional Kemenkes (PNPK) lebih memilih induksi awal pada kehamilan 37 minggu atau lebih; bila Anda memilih menunggu, pilihan itu dihargai dan lamanya dibicarakan dengan Anda. Risiko infeksi pada bayi naik makin lama waktunya (NICE), jadi tim Anda akan menyusun rencana sesuai keadaan Anda.

Apakah ketuban pecah terasa sakit?

Tidak, pecahnya ketuban sendiri tidak sakit (Cleveland Clinic). Ada yang merasakan bunyi seperti letupan lalu cairan menyembur, ada yang hanya melihat rembesan. Nyeri hebat terus-menerus yang tidak mereda di antara kontraksi berbeda halnya dan merupakan alasan untuk ke rumah sakit (ACOG).

Sumber

  1. Kemenkes RI, Ayo Sehat: Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan (2012)
  2. Kemenkes RI, Ditjen Kesehatan Lanjutan (RSUP Dr. Sardjito): Tanda-tanda bahaya pada ibu hamil (2022)
  3. Kemenkes RI: KMK HK.01.07/MENKES/91/2017, PNPK Tata laksana komplikasi kehamilan, bagian Ketuban pecah dini (2017)
  4. Primaya Hospital, dr. Andrew Wijaya, Sp.OG: Tanda-tanda persalinan normal dan proses pembukaan lahiran (tanpa tanggal)
  5. NICE: Intrapartum care, guideline NG235 (2023, diperbarui 2026)
  6. NHS: Signs that labour has begun (2023)
  7. NHS: Vaginal bleeding in pregnancy (2026)
  8. ACOG: How to Tell When Labor Begins, FAQ pasien (ditinjau 2025)
  9. ACOG: Labor Induction, FAQ pasien (ditinjau 2025)
  10. ACOG: Prelabor Rupture of Membranes, Practice Bulletin 217 (2020, ditegaskan ulang 2026)
  11. Cleveland Clinic: Water Breaking (2022)
  12. HealthLinkBC (Kementerian Kesehatan British Columbia): The first stage of labour, early phase (2013)
  13. RCOG: Umbilical Cord Prolapse, Green-top Guideline No. 50 (2014)

Artikel ini tidak menggantikan saran medis. Jika ragu, selalu hubungi dokter, bidan, atau rumah sakit Anda. Dalam keadaan darurat, hubungi 112 atau 119.

Saat persalinan dimulai, Anda sudah cukup repot

Unduh Contraction Timer hari ini dan coba tombolnya sekali. Aplikasinya gratis dan tidak memerlukan akun.

Dapatkan di Google Play Aplikasi iPhone segera hadir

Pindai kode ini dengan ponsel Anda untuk mengunduh aplikasinya.

Unduh penghitung kontraksi Gratis Aplikasi iPhone segera hadir Unduh aplikasi Timer online